Buku Rumah Tempat Cinta Bertumbuh adalah sebuah reflektif yang menyentuh dan mendalam. Tentang pentingnya mengenali diri, menyembuhkan luka pengasuhan, dan membangun relasi keluarga yang sehat secara emosional. Nirmala Ika menulis buku ini bukan sebagai buku parenting konvensional berisi daftar tips. Melainkan sebagai ajakan untuk melihat kembali kisah hidup kita. Terutama masa kecil, sebagai kunci dalam memahami siapa kita hari ini, dan bagaimana kita bisa menjadi orang tua yang lebih sadar dan utuh.
Dari halaman-halaman awal, pembaca diajak merenungi bahwa menjadi orang tua bukan hanya soal memberi yang terbaik untuk anak, tapi terlebih dahulu tentang menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Penulis menekankan bahwa luka masa lalu yang tidak disadari bisa memengaruhi cara kita mencintai, merawat, dan berelasi dengan anak, pasangan, bahkan lingkungan sekitar. Pengasuhan bukan semata-mata perkara pengetahuan tentang perkembangan anak atau metode pendidikan yang “benar”, melainkan lebih dalam lagi—ia adalah proses mengenal, menerima, dan menyembuhkan diri.
Ditulis oleh Psikolog dengan Bahasa yang Mudah Dipahami.
Dengan gaya tutur yang jujur dan penuh empati, Nirmala menguraikan bagaimana pengalaman masa kecil yang membekas—bahkan sejak dalam kandungan—bisa membentuk respons kita terhadap dunia. Ia membagikan kisah-kisah nyata, baik dari pengalaman pribadi maupun dari klien yang ia dampingi dalam praktik konseling, untuk menggambarkan betapa kompleksnya dampak luka pengasuhan. Ia juga menekankan bahwa cinta saja tidak cukup jika tidak disertai kesadaran emosional.
Anak merekam apa yang dilakukan orang tua, bukan hanya apa yang dikatakan. Dalam banyak kasus, luka yang diwariskan terjadi bukan karena orang tua jahat, tetapi karena mereka sendiri membawa luka yang tak pernah diproses. Salah satu kekuatan buku ini adalah ajakannya untuk melihat pengasuhan secara lebih luas: bukan hanya hubungan orang tua-anak, tapi juga relasi dengan pasangan, dengan lingkungan sosial dan budaya, bahkan dengan diri sendiri.
Penulis dengan lembut mengajak pembaca menyadari bahwa kita tumbuh dalam konteks tertentu—budaya patriarki, trauma kolektif, nilai-nilai generasi, dan berbagai mitos pengasuhan yang diwariskan turun-temurun—dan semua itu berpengaruh terhadap cara kita merawat orang lain dan merawat diri.
Bagian-bagian dalam buku ini terstruktur sebagai perjalanan reflektif yang bertahap, mulai dari menggali efek pengasuhan, menyadari pola relasi, memahami komponen kepribadian, menjalin komunikasi yang setara, hingga merawat kesehatan mental sebagai orang tua. Di bagian akhir, Nirmala menegaskan bahwa pengasuhan sadar bukanlah metode instan. Tidak ada cara cepat untuk menyembuhkan luka yang dalam. Tapi dengan kesadaran dan keberanian menengok ke dalam, kita bisa memutus pola-pola lama yang menyakiti dan mulai menciptakan rumah yang benar-benar menjadi tempat cinta bertumbuh—bukan hanya bagi anak, tapi juga bagi kita sendiri.

Buku yang membantumu menyadari diri sendiri dan hubungan keluarga
Sebagai bacaan, buku ini tidak terasa seperti ceramah psikologi. Justru sebaliknya, ia menawarkan kehangatan, kejujuran, dan ruang aman untuk merenungi pengalaman pribadi kita. Gaya bahasa yang sederhana tapi penuh makna membuatnya bisa diakses oleh siapa saja—baik yang sedang menjadi orang tua, yang sedang mempertimbangkan punya anak, maupun siapa saja yang ingin berdamai dengan masa lalu dan membangun relasi yang lebih sehat dalam hidupnya.
Dalam dunia yang sering memaksakan kesempurnaan dalam peran sebagai orang tua, Buku Rumah Tempat Cinta Bertumbuh datang seperti pelukan. Ia tidak menjanjikan jalan mudah, tapi menawarkan peta batin yang sangat berarti. Buku ini pantas dibaca pelan-pelan, diserap dalam, dan dijadikan teman dalam proses pulang ke diri sendiri.